Berawal dari hobi ini juga gue mememukan jati diri gue sebagai seorang cowok penyuka sesama jenis..
Semua berawal saat gue pertama kali duduk di bangku SMA. Saat itu gue belum tau kalo gue sebenarnya adalah gay, walaupun suka ngeliatin temen-temen cowok gue yang ganteng dan macho saat latihan, tapi gue ga tau kalo ternyata kesukaan gue itu ternyata membawa gue ke dunia gue yang sekarang.
Oke nama gue Kevin, saat ini gue masuk ke sebuah SMA yang cukup baik di ibu kota, hari ini hari pertama gue sekolah setelah seminggu lalu gue udah menjalani masa orientasi. Gue masuk kelas X-2. Total kelas di SMA gue ada 5 kelas tiap angkatan. Di hari pertama ini gue kenalan sama seorang cowok bernama Randy yang juga menjadi teman sebangku gue. Secara keselurhan, Randy memiliki wajah yang cukup tampan, sangat tampan sebenarnya, ia juga terkenal sebagai kapten tim basket di sekolah sebelumnya. Ia memiliki badan yang atletis khas atlit-atlit basket. Dengan badan yang besar dan atletis begitu, ia lebih terlihat seperti mahasiswa daripada menjadi seorang murid kelas 10 SMA.
Di hari pertama kami, kami sudah cukup akrab, hari ini Randy mengajak ku ke rumahnya untuk bermain basket bersama dengan teman-temannya. Tentu saja aku sangat bersemangat, sorenya sekitar pukul 15.00 aku berangkat ke rumah Randy yang ternyata tidak begitu jauh dari rumahku. Sesampainya di sana, ternyata Randy sudah menungguku. Dia segera memperkenalkanku pada 2 orang temannya yang lain yang ternyata juga memiliki wajah yang tampan dan tubuh yang atletis seperti Randy. Salah satu di antaranya bernama Christian, wajahnya imut tapi tetap macho dan juga memiliki tubuh yang atletis. Yang satu lagi bernama Sakti, postur tubuhnya sedikit lebih kecil dari yang lain, tapi tetap tidak mengurangi kesan macho yang di milikinya. Setelah 5 menit berbincang-bincang, kami pun melakukan hal yang menjadi tujuan kami mula-mula, yaitu bermain basket. Kami melakukan 2 on 2. Aku satu tim dengan Randy, sedangkan Christian dan Sakti ada di tim lain menjadi lawan kami.
Aku menikmati latihan sore itu, Randy dan teman-temannya ternyata memiliki kemampuan yang baik dalam bermain basket. Selesai latihan, kami berempat duduk di pinggir lapangan basket. Randy dan kawan-kawannya mulai melepaskan baju basket yang basah dari tubuh mereka. Mataku membelalak melihat tubuh-tubuh mereka yang atletis itu. Mereka tidak malu memarerkan tubuh mereka yang penuh keringat itu. Spontan kontolku ngaceng melihatnya.
"Ternyata kemampuan basket lu lumayan juga bro" Randy bicara denganku
"Lo juga bagus."
"Udah lumayan malem ni, lo mandi dulu aja baru pulang oke, apa lo mau nginep aja?"
Aku yang merasa lelah dan berkeringat pun memutuskan untuk mandi dahulu sebelum pulang. Akhirnya kami berempat menuju kamar Randy. Randy memiliki rumah yang sangat besar dan mewah. Tapi ia berkata rumahn ya selalu sepi karena orang tuanya selalu sibuk bekerja. Kamar Randypun sangat besar. Terdapat sebuah kamar mandi di dalamnya."Oke gue ambilin handuk dulu yah. Lo duduk aja dulu, santai aja, Christian ama Sakti juga udah sering ke rumah gue, jadi ga canggung lagi"
Randy pun pergi untuk mengambilkan ku handuk, meninggalkan kami bertiga di kamar Randy yang besar. Beberapa menit kemudian Randy kembali, ia menyodorkan sebuah handuk berwarna putih padaku, aku mengulurkan tanganku untuk mengambilnya, tapi tiba-tiba tangan Randy mengenggam tanganku dengan erat. Aku menengakan kepalaku bingung. Tiba-tiba saja Randy maju selangkah ke arahku dan melumat bibirku. Aku kaget dengan apa yang dilakukan Randy padaku. Tapi anehnya aku menikmati saat bibir randy melumat bibirku. Kontolku terasa mengeras di balik celana basket ku. Randy melepaskan ciumannya dariku dan memandangku. Aku tak tahu harus berkata apa. Christian dan Sakti yang sedang duduk terkekeh melihatnya. Randy memandangku dengan ekspresi yang sulit di tebak. Tiba-tiba saja ia kembali menciumku. Kali ini aku membalas ciumannya. Lidahnya bermain di dalam mulutku dan aku membalasnya dengan penuh nafsu. Akhirnya ia mendorongku hingga aku terjerembab di ranjangnya yang besar. Dalam posisi telentang di atas ranjang, Randy langsung naik ke atas tubuhku dan dengan penuh nafsu membuka baju basketku. Ia menjilati dadaku yang dipenuhi oleh keringat. Setiap jilatannya terasa geli. Randy menjilati dadaku, dan perlahan ia mulai turun ke arah kontolku. Kini membuka celana basket dan cd ku.
"woww kontol lu panjang juga kev"
tanpa banyak bicara, Randy mengulum kontolku. Ini adalah pengalamanku yang pertama. Aku merasakan sensasi yang luar biasa nikmat saat Randy menghisap kontolku
"OHH AHHHH OHHHHH... YA ENAK RAN, ISEP TERUS...."
Aku tak bisa menahan untuk tidak mengerang keenakan saat Randy mengulum kontolku.
Randy melepaskan hisapannya dari kontolku. Kini ia kembali naik ke atas tubuhku. Dengan terengah-engah ia melepaskan celana basket dan cd nya. Aku kaget melihat kontol Randy yang panjang. Ia menyodorkan kontolnya yang panjang padaku. Aku pun langsung memasukan kontol berukuran besar itu dalam mulutku dan menghisapnya.
"OHH YESSS.. OHH YEAHHHH...ISEPP KEVV.,,"
Sepertinya Randy juga keenakan, ia mengerang nikmat dan menjambak rambutku. Ia menggerakan tubuhnya maju mundur mengentoti mulutku.
Saat aku sedang menikmati kulumanku pada kontol Randy, tiba-tiba aku merasakan ada sesuatu yang menarik Randy dariku. Ternyata itu adalah Sakti dan Christian. Mereka juga sudah dalam keadaan bugil. Sakti langsung melumat bibir randy. Sementara itu christian melangkah ke arahku. Wajahnya begtiu dekat sehingga aku bisa merasakan hembusan napasnya. Kontolku sudah ngaceng berat,
"Lo anak baru tapi lumayan juga yah." Ujarnya
Christian pun melum,at bibirku dan aku membalasnya. Serperti Randy ia menciumi dan menjilati tubuhku. Ia menciumi tengukku sehingga aku merinding kegeliaan. Ia memelukku dari belakang dan mulai mengocok kontolku. Aku merem melek merasakan kenikmatan yang di berikan oleh tangan christian.Sambil mengocok kontolku,. ia melumat bibirku dengan penuh napsu. Saat aku sedang menikmati lumatan bibir christian, seseorang menarikku dan aku kaget karena sebelumnya aku sedang sangat menikmati lumatan bibir christian, ternyata itu adalah Sakti. Aku memerhatikan mukanya yang sudah sangat bernafsu menatapku. Tanpa basa-basi christian mendorongku sehingga aku kembali terlentang di ranjang. Ia segera menghisap kontolku, dan sensasi nikmat yang kurasakan sebelumnya kembali kurasakan. Melihat kami, Randy tak ingin tinggal diam, ia naik ke atas tubuhku dan menyodorkan kontolnya ke arahku. Akupun mengambilnya dan menghisapnya dengan napsu. Aku merasakan kenikmatan saat dihisap dan menghisap sekaligus."Ahhhh enak banget kev,, YESS YESSS OHH AHHHHH OHHH"
Saat Randy akan melontarkan pejuhnya ia mencabut kontolnya dari mulutku dan menyemburkan pejuhnya ke mulutku. Di saat yang bersamaan pula aku menlontarkan pejuh ke mulut Sakti dan kenikmatan luar biasa kurasakan. Kami berempatpun terlentang bersama di atas ranjang. Merasakan kenikmatan yang luar biasa terutama untukku yang pertama kali merasakannya.
Itulah kisah awalku saat aku bertemu Randy
--------------To be continue----------------------
keren ceritanya kak
BalasHapus